Jumat, 29 Maret 2013

Pengertian Teori


Memahami Teori  
            Teori merupakan sesuatu hal yang sangat esensial kegunaannya dalam sebuah ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan Teori merupakan asas dan hukum umum yang menjadi dasar sebuah ilmu (Dugis, 2013), bagaimana sebuah teori dapat menjelaskan dan mendiskripsikan sesuatu hal atau fenomena dapat dijelaskan secara ilmiah dan relevan. Salah satu contoh teori yang terkenal seperti halnya teori evolusi dari Darwin (Darwnisme) merupakan sebuah teori yang memiliki pandangan bagaimana penjelasan dari sebab musabab manusia/ makhluk hidup itu ada, sehingga banyak dari kita menggunakan teori ini untuk memahamkan diri kita tentang asal – usul manusia/ makhluk hidup.
Dasar pembentukan sebuah teori haruslah memliki sebab musabab mengapa teori itu diciptakan (Whardani, 2013), sehingga tidak dengan mudahnya seseorang dapat membuat satu teori baru. Dalam sebuah teori terdapat pula sebuah proposisi, Proposisi merupakan suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Penekanan pada proposi yang dapat diuji (testable) dan pembentukan hipotesis yang dapat dibuktikan salah (falsifiable), secara langsung diterapkan pada upaya penciptaan teori dalam ilmu sosial tanpa didasari timbulnya masalah serius (burchill, 2009:1). Sehingga proposisi merupakan sesuatu hal yang sangat esensial dalam sebuah teori (Dugis, 2013).
Teori – teori yang merupakan suatu alat analisis yang dibuat untuk mencapai kesimpulan dan kejelasan, teori – teori ini bukan merupakan kebenaran objektif yang dapat diterima begitu saja (Jackson & Sorensen 2005: 45). Dalam sejarah perkembangn teori –teori Hubungan Internasional temtunya telinga kita sudah tidak asing dengan istilah “Great Debate”, GD yang merupakan sebuah perdebatan antara tradisi – tradisi Hubungan Internasional dalam melihat dan memahami fenomena internasional melalui prespektif – prespektif mereka dalam mengatasi masalah – masalah internasional. Sebenarnya dalam Hubungan Internasional penggunaan kata teori dirasa kurang tepat karena dalam hubungan Internasional kita lebih mengenal istilah prespektif dan bukan teori, seperti halanya prespektif realisme ataupun presoektif liberalisme, dan jarang disebut sebagai teori realisme atau teori liberalisme (Warhani, 2013).
Dalam berbagai bidang ilmu baik itu bidang ilmu alam maupun bidang ilmu sosial teori sering digunakan sebagai suatu alat (tool), karena suatu teori haruslah memiliki sifat intelektal yang dapat membantu penstudi dalam memahami suatu fenomena. Sebuah teori dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan suatu disiplin ilmu. Sehingga kebanyakan dari suatu disiplin ilmu memiliki kekhasa teori yang dominan digunakan dalam disiplin ilu tersebut.
Sejarah perkembangan teori – teori Hubungan Internasional dimulai ketika dunia disibukkan dengan konflik dunia, dimana banyak terjadi peperangan antar negara  - negara eropa barat dalam perluasan wilayah kolonial mereka. Pada 1914 tradisi liberalisme mulai mendominasi pola pemikiran para penstudi Hubungan Internasional dalam membimbing mereka untuk mencari jalan keluar dari konlik dunia. Kemudian sekitar tahun 1930 tradisi realisme mulai muncul menggantikan posisi tradisi liberalisme sebagai prespektif yang lebih dominan digunakan penstudi Hubungan Internasional pada saat itu yang masih dalam permasalahan yang sama seperti konflik dan perdamaian dunia. Memang sampai saat ini sendiri dalam berbagai teori/ prespektif Hubungan Internasional masih sedang berkembang. Di era moderen ini semakin banyak pula bermunculan teori/ prespektif baru seperti teori feminisme, neo-liberalisme, neo-realisme dan neo – neo lainnya. Didalam menggunakan suatu teori tentunya kita harus memperhatikan hal – hal yang terkait dalam fenomena yang akan kita teliti agar teori tersebut tepat guna, karena penggunaan/ pemilihan teori yang tidak tepat akan mengakibatkan kerancuan kesimpulan dalam penelitian. Sehigga disini seorang peneliti diharuskan cakap dalam menggunakan teori yang tepat dalam setiap kasus/ fenomena yang diteliti, Dan dengan cara seperti inilah suatu teori dapat memberi manfaat kepada penggunanya.
Sebagai kesimpulan hal yang sangat esensial dan erat kaitannya dengan teori adalah proposisi ( Dugis, 2013). Proposisi merupakan sebuah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Bab toei ini adalah bab yang sangat utama yang harus dikuasai oleh setiap penstudi Hubungan Internasional, hal ini beralasan bahawa dengan para penstudi Hubungan Internasional paham mengenai berbagai teori/ prespektif dalam Hubungan Internasional akan memudahkan mereka dalam pencarian solusi dan kejelasan mengenai setiap fenomena yang terjadi dalam hubungan internsional.
Sebagai kesimpulan pada pembahasan kali ini penulis akan merumuskan berbagai macam manfaat yang diberikan oleh teori. Teori merupakan alat dalam menemukan/ mengembangankan suatu disiplin ilmu, teori mampu memberi sebuah judgement apakah suatu hipotesis itu bernilai benar atau salah, teori juga mampu membuat kita berpikir kritis, logis dan intergaratif , kemudian teori juga memberi kemudahan pemahaman didalam memahami konsep – konsep disiplin ilmu. teori merupakan hal yang esensial pada setiap disiplin ilmu pengetahuan apapun, termasuk didalam ilmu Hubungan Internasional yang di dalamnya sarat dengan banyak tradisi dan masing – masing tradisi memiliki perbedaan pandangan atau perspektif.

Referensi :
Burchill, Scott dan Andrew Linklater. 2009. Teori-Teori Hubungan Internasional. (diterjemahkan oleh: M. Sobirin). Bandung: Penerbit Nusa Media
Dugis, Vinsensio. 2013. What is Theory?. Materi kuliah disampaikanpada kuliahTeori Hubungan Internasional. 28 Pebruari 2013
Jackson, R., & Georg Sorensen, 2005. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar [Chapter 3]
NAMA                 : P.F.LANO
N0 Hp                : 08985329071
ALAMAT ASA       : ENTAKAI 01 Rt.01 Rt.01  Kec.Kapuas Kab. Sanggau Kal-Bar Indonesia
ALAMAT SEKARANG : Malang Jawa Timur Indonesia